Tampilkan postingan dengan label Lamuru Potensial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lamuru Potensial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

Budi Daya Rumput Laut Ikan Bandeng Udang Sitto (Tiger )

Komoditas Unggulan
Potensi bidang perikanan di kabupaten Bone memberikan peluang yang sangat besar bagi investor, khususnya pada 11 kecamatan di sepanjang pesisir Teluk Bone. Wilayah penangkapan ikan disekitar Teluk Bone mencapai 127 km panjang pantai hingga puluhan mil ke tengah laut dengan produksi pada tahun 2001 sebesar 68.384,2 ton, perairan umum sebesar 859,5 ton, rawa/kolam/empang dan sungai dengan areal seluas 1.824 Ha dengan produksi 12.407,1 ton.

Rumput Laut
Produksi dan budidaya Rumput Laut untuk jenis Cattoni, berada dalam areal pesisir pantai yalah teringgi  5.765 ton/tahun dan terendah 1.250 ton. Sedangkan untuk jenis Gracilaria dapat dicapai 18.243 ton/tahun dengan luas areal budidaya 2.128 Ha Tambak.

Kepiting
Wilayah Kecamatan dengan penghasil kepiting di Kabupaten Bone, secara umum berada pada wilayah Kecamatan pesisir pantai, yakni Kecamatan Cenrana, Awangpone Barebbo, Cina, Tonra dan Kajuara. Jenis Kepiting yang menjadi andalan ialah Kepiting Bakau, disamping terdapat jenis kepiting yang juga sudah menjadi perhatian budidaya khusus untuk kebutuhan eksport yakni kepiting lunak (soka). Jumlah produksi Kepiting rata-rata mencapai 1.520 ton/tahun.

Ikan Bandeng
Produksi ikan Bandeng di Kabupaten Bone rata-rata pertahun ialah sebanyak 46.754 ton/tahun dengan luas areal tambak 3.356 Ha.
Potensi perikanan diatas dapat dirinci menurut jenis produksi, antara lain:

    Udang : luas areal budidaya 4.089 Ha dengan jumlah produksi 4.318 ton
    Kepiting Bakau : luas areal 2.189 Ha dengan jumlah produksi 2.061 ton.
    Bandeng : luas areal 3.520 Ha dengan jumlah produksi 4.964 ton.
    Rumput laut : luas areal 1.145 Ha dengan jumlah produksi 3.821,5 ton.
    Produksi perikanan laut/perairan umum sebesar 73.763,5 ton ikan campuran yang sebahagian besar ikan tuna.

Peluang investasi

    Pengembangan Udang Sitto, Udang galah dan kepiting Bakau di Kecamatan Cenrana Tellusiattinge, Awangpone, Tonra, Salomekko, Sibulue dan Kajuara.
    Budidaya rumput laut di sepanjang pantai dan pesisir Teluk Bone.
    Pengolahan/Pengawetan ikan dan biota perairan lainnya.
    Sarana penunjang (Pembenihan ikan/udang dan TPI).

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA..

Senin, 10 Juni 2013

Hasil Laut Indonesia

KBRN, Jakarta: Berdasarkan laporan Food Agricultural Organization (FAO) tahun 2012 menunjukkan  produksi ikan dunia dari kegiatan penangkapan di laut maupun diperairan umum cenderung stagnan dalam lima tahun terakhir, yaitu dari 90 juta ton pada tahun 2006 menjadi 90,4 juta ton pada tahun 2011.  Sementara disisi lain, produksi ikan dari kegiatan budidaya mengalami peningkatan cukup pesat dari 47,3 juta ton menjadi 63,6 juta ton pada periode yang sama. 
Dan potensi lestari sumberdaya perikanan tangkap laut Indonesia sekitar 6,5 juta ton per tahun dengan tingkat pemanfaatan mencapai 5,03 juta ton pada tahun 2011 atau 77,38%.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharip Cicip Sutardjp menjelaskan pemanfaatn sumber daya perikanan laut disejumlah  Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)   seperti Laut Jawa, telah terjadi over fishing.
“Sementara di perairan lainnya seperti Laut Cina Selatan, Arafura dan lain sebagainya, potensi ikannya belum dimanfaatkan secara optimal,” kata Menteri Sharip, Rabu (27/3/2013).
Potensi perikanan budidaya payau atau tambak mencapai 2,96 juta hektar dan baru dimanfaatkan seluas 682.857 hektar (23,04%) serta potensi budidaya laut yang mencapai luasan 12,55 juta hektar dengan tingkat pemanfaatan yang relatif masih rendah, yaitu sekitar 117.649 hektar atau 0,94%.
Potensi perikanan budidaya ini akan semakin besar, jika memasukan potensi budidaya air tawar seperti kolam 541.100 ha, budidaya di perairan umum 158.125 ha dan mina-padi  seluas 1,54 juta ha. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi perikanan budidaya mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan produksi perikanan tangkap. Sementara pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) perikanan pada tahun 2012 mencapai angka 6,48%, dengan nilai nominal sebesar Rp 57,69 triliun. “Ekspor hasil perikanan telah mengarah pada produksi bernilai tambah, dengan pertumbuhan pada periode 2011–2012 sebesar 11,62%, sedangkan nilai impor pada periode yang sama mengalami penurunan sebesar 15,43%.  Dengan demikian, neraca perdagangan perikanan pada tahun 2012 mengalami surplus sebesar US$ 3,52 miliar,” jelasnya
KLIK DISINI UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA..